Wawancara Eksklusif Bareng Venny, Si Aktivis IG yang Menolak Jadi Selebgram

Tadi malam sempat juga mewawancarai salah satu anggota Motivasi tentang aktivitasnya di media sosial bernama Instagram. Demi memenuhi rasa ingin tahu mengapa anak-anak Motivasi pada main IG, akhirnya terjadi juga semacam wawancara abal-abal di HIK HMI (anak2 menyebutnya begitu, padahal mah namanya HIK thing-thing. mereka mah suka gitu, biarlah). Malam ini ada Sylva, Yohanes, Sinta, dan Mas Afzal. Bukhori dan Erisya sudah pulang tadi. Beberapa turut nimbrung dan sempat terjadi crash di tengah-tengah wawancara ketika Mas Afzal datang. Tapi lupakan, itu bukan bahasan kali ini.

*

Ternyata, boi. Venny ini adalah salah satu aktivis IG yang menolak keras menjadi selegram. Tahu kan selebgram? Itu lho mbak-mbak yang sering bawa benda-benda pesenan endors (bener gak nih saya nulis kata endors, kalau salah benerin sendiri dah. maklum pengetahuan saya tentang bahasa-bahasa anak sekarang minim).

Bisa dibilang Venny ini adalah salah satu dari sepuluh pengguna IG di solo yang sudah mengalami proses pendewasaan. Katanya dia dulu sempat sering upload foto-foto alay, namun semenjak putus dengan pacarnya ia jadi selektif jika mau post foto terbarunya. (ini mah dewasanya gara-gara putus sama pacarnya, bukan aktivitasnya di IG | iya, juga ya. Haha.)

Tapi semenjak dia putus dengan pacarnya, dia sekarang tahu mana foto yang bagus dan mana foto yang jelek. Oleh karena itu, dia sering menghapus foto-fotonya yang sudah terlanjur terekspos tapi ternyata jelek. Dari sini bisa kelihatanlah bahwa Venny punya potensi melihat kelebihan dan kekurangan yang ada pada foto. Kalau di Motivasi, potensi seperti ini penting untuk memetakan bakat-bakat yang ada di Motivasi. Dia juga bisa dibilang perfeksionis, buktinya betapa dia perhatian dengan foto-fotonya yang jelek, diam-diam dia ingin terlihat sempurnalah. Ini mah cocok banget kalau jadi pemimpin, bisa sempurna Motivasi kalau dipimpim orang yang macam Venny ini (aliansi anti-Venny pasti langsung bersungut-sungut gak setuju). Haha.

Duh, saya sudah ngantuk nih. Sepertinya saya harus tidur. Ini sudah jam 2.48. Saya gak bisa ngelanjutin berceritanya. Tapi tenang akan saya transkripkan hasil wawancara dengan Venny. Kalian bisa menyimpulkan sendiri nanti orang seperti apa Venny di Instagram dan di kehidupan nyata. (Maaf jika nanti transkripnya agak beda dengan yang kau omongkan, Ven. Maklum blog baru mah masih banyak salahnya dan kurang persiapan).

Sejak kapan mulai bermain IG?

mau-mau masuk kuliah.

Kenapa kamu membuat IG?

ya pengen aja. (nggak inspiratif banget, ya)

Menurutmu tentang orang-orang yang beralasan bikin IG untuk membagi kebahagiaan, seperti apa?

nggak, aku nggak membagi kebahagiaan. aku bikin cuma karena seneng aja. dulu kan aku hobi selfie gitu, jadi seneng aja ada IG buat menyalurkan hobi itu.

Hla, kamu kepikiran jadi selebgram gak?

nggak lah.

Memang followersmu berapa?

442

Siapa saja tuh?

temen SMA, kuliah, tetangga.

Oh, apa sih yang kamu dapatkan dari bermain IG?

dulu sih seneng aja jika banyak yang like. dulu tiap kali aku upload kadang bisa sampai 100 yang like.

Ada gak sih konsep yang kamu bawa di IGmu, misal kayak qoutes2 inspiratif gitu?

nggak ada sepertinya, tapi dulu sih sering bikin caption yang mengambarkan suasana hati gitu.

Tapi menurutmu, pernah gak sih IG membuat moodmu bangkit atau menambah gairahmu menjalani hari-harimu?

emm. iya, kadang-kadang iya. aku tuh sering liat-liat lagi foto yang sudah tak upload. seneng kalau banyak yang like. tapi kalau ada foto yang menurutku jelek, aku hapusin. dulu jumlah fotoku banyak, tapi sekarang jadi gak terlalu banyak. banyak foto-foto alay yang udah tak hapusin.

Berarti kamu termasuk orang yang pinter bedain mana foto yang bagus, mana yang jelek, lah ya?

apa-apa? coba ulangin pertanyaannya.

Wawancara selesai.

Wuaaaaahhh, ngantuk, boi. Tapi tulisan ini harus diakhiri. Ya, pokoknya Venny bisa dibilang aktivis IG yang menolak keras jadi selebgram lah ya. Dia mah bikin akun IG murni buat kesenangan. Anti embel-embel endors lah intinya, yang ngrusak kemurnian IG sebagai medsos foto jadi kumpulan iklan-iklan kosmetik, hijab, atau apapun itu, berkedok mbak-mbak ‘cantik’.

Eh, tapi pertanyaan kenapa Venny menolak jadi selebgram luput belum tak tanyain. Bisa jadi gak ada yang mau ngendors dia (huahaha), atau followers yang 442 itu belum memenuhi syarat jadi selebgram.

Yahh, lagi-lagi namanya juga blog baru. Maklum lah masih banyak salah-salahnya. Haha.

Udah, ah. Udah ngantuk ini mata. Jari-jari juga udah mulai ngelindur. Nanti Venny kesenengan lagi tak tulis panjang-panjang. Haha.

Jangan lupa follow IGnya lah bagi yang belum follow, oke? @vennyer

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s