Seandainya Taylor Swift Anak Motivasi, Masuk Bidang Apakah Dia?

Selamat pagi, ini pukul 00.38 WIB.

Lama tidak bikin tulisan buat blog ini (padahal niatnya, terbit tiap hari. tapi ternyata nggak kuat, boi). Sampai-sampai, barangkali secara post, kalah dengan sampul coklat dan siput cantik. Haha

Maafkeun, sebenarnya ada banyak ide-ide yang berkeliaran di otak, di tumpukan majalah sekre, di sekre yang berantakan, di Youtube, di upgrading, di HIK, di kamar, di kerja bakti, di sisi lain dunia ini (apa sih, abaikan) atau barangkali yang paling klise di kamar mandi ketika boker. Haha

Akhir-akhir ini saya sering mengantuk, jadi ide-ide itu hanya lewat begitu saja. Barangkali kalau ide itu punya perasaan, ia ibarat model yang berjalan di catwalk, yang sudah dandan cantik-cantik, semaksimal mungkin, bahkan mungkin ia mengalahkan make-up cewek-cewek yang mau wisuda, namun saya cuekin, Haha. Satu-satunya apresiasi saya buat si ide, hanya melihatnya sekilas, menerka-nerka, lalu sekedar berjanji-janji manis akan menuliskannya, namun pada akhirnya saya tinggal tidur. Haha

Untuk membalas rasa bersalah pada ide-ide itu, akan saya tulis sedikit tentang mereka yang sempat singgah di kepala.

Yang pertama, saya mendapatkannya ketika menonton dan mendengarkan musik di Youtube. Saat itu saya sedang mencoba mendengarkan Taylor Swift, biar sedikit tahu lagu anak zaman sekarang, (memang saya anak zaman kapan? Haha). Dan pikiran ini berfantasi begitu saja, mengandaikan bagaimana kalau sosok Taylor Swift itu masuk Motivasi? Masuk bidang apakah dia? Atau setidaknya jika saya adalah formatur yang bertugas memilihkan posisi untuknya, akan kutaruh dimana dia? Saya sempat merasa bingung, dia terlalu terkenal dan jadi role model para fansnya, tapi setelah pikiran jahat lelaki saya secara mendadak ikut berdiskusi. Lantas saya mengiyakan saja usulnya untuk menjadikan Taylor Swift, Sekretaris Umum. Hahahaha.

Bayangkan! Taylor Swift ada di sekre tiap hariiii! Bangunin Yohanes atau saya atau anak-anak yang nginep sekre. Lalu mengingatkanku untuk kuliah, sholat, atau apalah yang mungkin menurut perempuan pada umumnya kelakuan-kelakuan yang tak pantas dipelihara versi mereka (Haha, maaf ya kaum perempuan, kalian begitu karena kalian punya sifat keibuan, bukan maksud saya membenarkan kelakuan diri sendiri), pasti saya sangat senang. Tapi itu kan cuma saya yang senang, kasian dong yang lain.

Mari kita adil, melihat kelebihan dan kekurangan Taylor Swift, juga potensi dia di Motivasi. Menurutku Taylor Swift itu anaknya atraktif, boi. Lihat saja kelakuannya di videoklip-videoklipnya, ia begitu bisa lincah tak ketulungan saat menyanyikan Shake it off. Tingkahnya sangat bodo amat dengan dance-dance yang sedang ia ikuti. Itu berarti ia juga seorang gadis pembangkang, Haha, ini Motivasi banget. Selain itu, Taylor Swift juga seorang yang memiliki imajinasi yang gila dan pintar bermain peran. Perhatikan saja di videoklipnya yang Blank Space, kita seolah dijajakan sebuah movie. Dan saya baru sadar ketika menonton videoklipnya yang lain, seperti love story, wildest dreams, dan satu lagi saya lupa, pokoknya videoklipnya bercerita tentang seorang perempuan broken home yang hidupnya sering dugem tiap malem, ngisep, dan menemukan seorang lelaki yang membuatnya nyaman, tapi di suatu pagi ia terbangun sendirian, tak seorang pun mau mengurusnya, tidak juga lelaki itu (ohhh, syedihh, boi) *hiks, aku nangis bentar ya.

Hah! Sudahlah. Di videoklipnya yang lain, saya mendapati Taylor Swift menjadi sosok yang cupu, yang kerjaannya baca buku. Jadi anak rumahan dia, boi. Dan memiliki tetangga seorang pria seumuran, yang tiap malam, karena jendela kamar mereka saling berhadapan, mereka mengirim pesan lewat kertas A3 yang ditulisi pesan dengan spidol. Secara diam-diam, Taylor Swift yang cupu mencintai si lelaki, tapi lelaki itu tak sadar. Dan hanya menganggapnya tetangga yang baik dan nyaman untuk curhat, kasian ya kalau Taylor jadi cupu, Haha. Tapi si Taylor yakin, suatu saat nanti dan entah kapan, si lelaki bakal sadar bahwa dialah perempuan yang tulus mencintainya, dan perempuan yang selama ini dia kencani hanya ingin memamerkan dirinya ke teman-teman hitsnya, bahwa ia punya pacar yang cakep (darimana saya mendapat pandangan perempuan seekstrem ini? Haha). Dan benar sekali saudara-saudara, di suatu malam, ketika lelaki itu hendak ke pesta, ia mengajak si cupu lewat kertas A3nya, dan bodohnya si cupu malah menjawab ia sedang studying. Tapi, lambat laun ia merasa perlu sesekali ikut pesta semacam itu, tak melulu soal belajar. Dan berangkatlah ia. Muncul di pesta layaknya cinderela. Menyibak kerumunan dan mata-mata takjub memandang. Lalu keduanya saling tembak dengan kertas A3 yang bertuliskan, ‘I love You’. Klise sekali kan, boi. Iya, klise. Lalu kenapa kau tulis ya. Ya udahlah, sudah terlanjur. Tapi itu satu paragrah yang sia-sia. Heh! ingat gak ada yang sia-sia di dunia ini.

taylor-swift-you-belong-with-me-tbt-billboard-650
Taylor Swift versi cupu

Seperti itulah karakter Taylor Swift, ia atraktif, imajinatif, klamufatif, dan pembangkang (dan satu lagi, hidupnya penuh dengan cinta-cintaan yang gak ada habisnya, Haha). Jadi bidang apa yang cocok untuk Taylor Swift jika ia masuk Motivasi? Atraktif cocok di segala bidang, pun dengan redaksi yang terkesan serius. Barangkali di Litbang lah yang sesuai untuk anak-anak yang atraktif, ia akan membuat suasana sekre jadi hidup. Bayangin saja, ketika anak-anak yang di sekre sedang sibuk dengan gawai dan laptop masing-masing, tiba-tiba dia nyanyi Blank Space (baca: suwung), boom! Apa nggak tertarik tuh semua anak sekre ikutan nyanyi. Atau contoh lain ketika anak-anak sekre kecapekan dan sangat males untuk gerak karena habis ngurusi pekan, tiba-tiba Taylor mengambil gitar dan mengoyang sekre dengan Shae it off, dan mata nakalnya sesekali meliriki jiwa-jiwa yang capek itu, apa tidak langsung semangat kau, boi? Haha. Tapi, ia juga sangat cocok di perusahaan, ia bakal menjadi personil perusahaan yang paling banyak dapet iklan. Pasalnya, jarang-jarang hlo seorang artis mau nyari iklan ke warung-warung makan, fotokopian, dan cafe-cafe yang menurut beberapa mahasiswa mahal, tapi bagi Taylor mah itu murah banget. Barangkali si pemilik sadar, memasang iklan adalah bayaran yang sepadan untuk sekadar foto bareng Taylor Swift. Haha

Jadi dimana nih, sebaiknya Taylor Swift di tempatkan?

Masih ada imajinatif, klamufatif, dan pembangkang, juga cinta melulu. Syarat wajib semua bidang adalah imajinatif. Kedudukan masih sama di masing-masing bidang. Mari fokus dan cepat selesaikan, saya sudah mulai mengantuk, boi.

Selanjutnya klamufatif, ini bahaya, ia bisa nakal, bisa baik. Bisa manut, bisa membangkang. Intinya dia bakal mengelabui seluruh anak sekre, kecuali ia punya sahabat baik yang mana, ia akan jadi diri sendiri dan bercerita apa adanya. Kriteria yang satu ini, jujur, tidak masuk ke bidang apa saja. Ini sudah menyentuh ranah pribadi, dan barangkali tiap kita juga punya karakter ini. Jadi mari relakan ini untuk tidak dimasukan penilaian.

Pembangkang bagus untuk mengkritisi birokrat dan BEM, jadi otomatis ini bolehlah jadi kepemilikan redaksi. Namun jika pembangkang diartikan sesuatu yang mengebrak, yang menghasilkan perubahan dengan ide-ide kreatif, boleh jadi Litbang dan Perusahaan bisa juga Taylor bersemayam di sana. Lanjut lagi masalah percintaan. Lha semua orang, yang masih muda, wajar bermain dengan api cinta, bolehlah dia sering sekali main api itu sampai lupa rasa panasnya. Dan itu bukan masalah, berarti dia di terima semua bidang.

Tulisan ini semakin membosankan, boi! Gak ada bidang yang benar-benar cocok untuk Taylor Swift! Dia bebas masuk mana aja. Sekarang tinggal dia maunya dimana. Tapi, saya jadi berpikir, kalau dia cocok di bidang apa saja dan memiliki sifat imajinatif lagi pembangkang, bukankah ini cocok sekali dijadikan Pemimpin Umum? Apalagi dia atraktif, ini bakal membuat sekre lebih rame. Haha. Dan tentunya, dengan ketokohan yang dimiliki Taylor Swift, Motivasi bakal di kenal dimana-mana! Motivasi Go Internasional! Ngalahin UNS yang masih tahun 2025 jadi WCU, itupun kalau rencananya tidak meleset. Haha

taylor-swift-merah
Taylor Swift dengan gincu merahnya yang khas. Jangan ditiru, ini gak cocok buat orang Indonesia. Haha

Tapi pertanyaan utamanya adalah, mau nggak Taylor Swift dicalonkan ketika musang? Mau nggak dia jadi PU? secara beliau sudah sangat terkenal sebagai penyanyi wanita dengan gincu merah segar dan bukan aktivis persma. Ya, kita doakan saja, beliau mau datang musang ke-19nya Motivasi besok tgl. 16-18 Desember di Tawangmangu. Haha

Dan ide yang kedua saya temukan kemarin, ketika sedang kerja bakti. Saya ngepel dan kepikiran, Siapa ya yang mau jadi PU kalau tugasnya adalah yang harus tetap semangat dan gerak-kerja dari awal sampai akhir. Yang mengawali sekaligus mengakhiri, yang capeknya paling banyak, yang cintanya dikorbankan untuk Motivasi?

Stopp, boi!! Tulisanmu terlalu panjang.

Oke, saya juga sudah ngantuk. Mungkin di tulisan saya yang selanjutnya akan berjudul, “Jadi PU, Siapa Mau?”. Tapi itu jika saya tidak ngantuk-ngantukan lagi, dan sedang tidak cuek dengan gadis-gadis yang berjalan di catwalk, Haha.

Udah ya. Saya mau tidur. Yohanes dan Wisnu sudah tidur dari tadi.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s