Sekali Waktu Di Siang Hidup

Begitu terpilihnya PU yang baru Lembaga Pers Mahasiswa MOTIVASI, yakni Kamerad Yohanes. Seolah masa organisasi saya berakhir. Tiba-tiba saja terasa dalam sehari-hari sebuah kekosongan yang biasanya terisi oleh berbagai macam pikiran, analisis, dan tak jarang lamunan. Sekarang, di suatu siang yang senggang hanya lamunan yang tersisa. Kosong melompong. Untuk sebuah pengakhiran, kupikir lamunan tidak begitu baik.

Ada yang bilang, hal semacam ini biasa bagi seorang yang selesai dari masa organisasinya. Dan ada yang bilang dengan nada membully, ini adalah penyakit bernama post power syndrom, dimana orang yang biasa sibuk dalam sehari-harinya, tiba-tiba tak memiliki kesibukan apapun. Dan keduanya boleh, lagi benar. Maka dalam lamunan-lamunan itu, ide-ide untuk mengisi kekosongan ada juga hinggap dan bercakap. Tak lama, juga tak cepat, lalu pergi lagi. Berulang beberapa kali, hingga akhirnya benar-benar memunculkan sebuah rencana mengisi kekosongan.

Sebenarnya dua paragraf di atas ditulis dalam kurun waktu yang berbeda. Mungkin sekitar jeda tiga hari untuk paragraf kedua. Pun dengan paragraf ini, paragraf yang ketiga.

Ide untuk mengisi hari-hari kosong benar banyak bertebaran, bahkan telah sempat terangkai menjadi rancangan yang sistematis layaknya program kerja dalam organisasi. Tapi hingga dua bulan berlalu, tampaknya hal-hal untuk hidup pribadi, tak baik jika terlalu sistematis. Hidup harus cair meskipun di beberapa sisi harus ada hal-hal yang benar-benar tidak bisa ditawar. Hah, betapa seriusnya tulisan ini, boi. Haha

Tentu untuk mengisi kekosongan itu adalah salah satunya menulis di blog ini, boi. Sesuai rencana awalnya, bahwa pasca musyawarah anggota (musang) ke-19 MOTIVASI, blog ini akan berubah menjadi semacam catatan harian. Dan kurang lebih tiga bulan, itu tidak terjadi. Lutfiboi mangkrak, boi. Maafkan. Tapi tidak ada yang telat bukan? Jadi saya pikir lebih baik saya mengisi kekosongan itu dengan menulis catatan pribadi, meski tak mutu dan berisi curhatan, kalau kata seorang senior, hal ini cukup efektif untuk menjaga kebiasaan menulis agar jika suatu kali ada pesanan tulisan atau sedang ingin menulis suatu yang begitu serius dan tiada yang lebih serius ketimbang menuliskannya, kita tidak menjadi kaku.

Dan untuk kegiatan yang lain saya pikir, adalah memanggil lagi keinginan saya menjadi penulis fiksi. Keinginan ini masih tersimpan, boi. Meski selama tiga tahun berhubungan dengan menulis berita dengan gaya reportase jurnalistik, selama itu juga kadang muncul kerinduan yang tidak bisa ditahan-tahan yang akhirnya muncul juga dengan tulisan features sebuah berita dan beberapa kali diminta untuk menulis cerpen–mungkin mereka tahu saya sedang merindu tulisan fiksi. Haha, bahasa saya membingungkan sekali, boi. Sabar ya.

Ya, seperti kata Bukhori yang dulu ia adalah staf saya ketika saya menjabat sebagai Kabiro AK-47 dan seorang kabiro berita online MOTIVASI ketika saya menjabat PU, dan sekarang dia menjadi seorang pemimpin redaksi, dimana saya pernah dan sangat menginginkan jabatan itu. Ia sering menggunakan kata ‘summon’ untuk mengungkapkan apa-apa yang berhubungan dengan memanggil atau membangkitkan sesuatu, maklum ia seorang maniak permainan YU-GI-OH. Dia punya semua seri dengan tokoh yang berbeda game itu di laptopnya, dan mungkin telah mengalahkan semuanya. Selamat, Bukh! Untuk pencapaianmu sekarang, sebagai Pemred juga sebagai profesional YU-GI-OH. haha

Meminjam kata ‘summon’ saya juga ingin menyummon ketertarikan, juga kerinduan saya untuk menulis fiksi. Maka dengan mengucap summon dan mengetarkan sedikit banyak ketidakyakinan apakah saya masih menyukai dan bahkan benarkah jalan saya di sini, saya panggil kembali kau untuk mengisi kekosongan dalam hari-hari saya wahai tuan fiksi! cukup tiga jam sehari, kau dibutuhkan sekarang. Datanglah! Datang! (ini alay sekali, maaf dan maklumlah ya, hehe).

Sekian dan sekian tulisan kali ini. Dan tentang ketidaknyambungan antara judul dan isi, lagi-lagi masih menjadi problema. Jadi, mungkin untuk tulisan selanjutnya akan saya usahakan selaras. Sekian dan sekarang pukul 3.40 WIB, tertanggal 10 Maret 2017. Salam, boi! Jangan lupa bersyukur.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s