Marathon Membaca Novel DKJ

Kupikir masih banyak novel yang belum sempat kubaca. Jadi memarathonkan membaca, menurutku, adalah salah satu solusinya.

Ini bermula ketika saya datang ke perpustakaan Ganesha untuk mengembalikan buku. Tentu sia-sia rasanya jika hanya datang jauh-jauh ke kelurahan Panjang, kepanasan, hanya mengembalikan buku tanpa meminjam lagi. Dari awal berangkat, saya tidak punya daftar buku yang harus dipinjam, tidak seperti biasanya. Kupikir datang ke perpustakaan tanpa persiapan juga tidak terlalu buruk. Kau bisa menjadi penjelajah di sana.

Sebenarnya ada satu novel yang saya tunggu-tunggu untuk dikembalikan dan berharap ketika saya datang ke sana, novel itu belum dipinjam lagi. Tiga kali saya datang ke sana, novel itu selalu sudah dipinjam. Itu adalah novel ‘O’ karya Eka Kurniawan. Itu novel terakhir dari Eka yang belum saya baca. Saya sangat tertarik. Pasalnya, di Ganesha ini ada sebuah buku yang pengunjung bisa merekomendasikan buku untuk kemudian dibeli oleh Ganesha sebagai koleksi. Sayalah yang merasa waktu itu menuliskan karya-karya Eka yang belum dimiliki oleh Ganesha. Ganesha hanya punya ‘Cantik Itu Luka’. Tidak tanggung-tanggung, saya menuliskan semua judul novel karya Eka, kecuali ‘Cantik Itu Luka’. Dan ketika akhirnya seluruh novel Eka dibeli, saya dihubungi pihak perpustakaan untuk mengambil novel ‘Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas’. Oh, betapa senangnya. Namun ‘O’ hingga kini masih belum dipertemukan dengan saya. Dan harapan untuk bertemu selalu ada, tiap kali saya datang ke sana.

Dan kemarin, ternyata rekomendasi buku yang saya tulis karena iseng belaka, sudah ada di koleksi. Saya menemukannya di rak buku, baru dipinjam sekali. Itu adalah ‘Kambing dan Hujan’, novel pemenang pertama sayembara menulis novel DKJ 2014, karya Mahfud Ikhwan.

Tidak jauh dari novel itu, ada ‘Saman’ karya Ayu Utami. Pemenang sayembara roman 1998 DKJ. Saya sekalian ambil. Saya pinjam dua novel itu.

Lalu saya meminjam novel dari staf redaksi kepengurusan Motivasi sekarang–farida–dan meminta rekomendasi darinya. Dan ia meminjami saya ‘Semua Ikan Ada di Langit’, novel pemenang pertama sayembara novel DKJ 2016 karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie dan ‘Curriculum Vitae’, novel pemenang unggulan sayembara novel DKJ 2016 karya Benny Arnas.

Kupikir ini semacam takdir. Empat novel berbau DKJ ada di tangan. Dan saya belum membacanya sama sekali, lantaran masih menyelesaikan Haruki Murakami – ‘Dunia Kafka’, yang membacanya butuh mood, niat, dan konsentrasi tinggi. Tapi akhirnya selesai juga tadi sore. Hampir satu bulan saya membacanya, padahal hanya sekitar 590 halaman.

Setelah saya selesai dengan Haruki, saya kepikiran untuk marathon membaca novel DKJ. Mungkin perlu saya tambah satu. Kebetulan di perpustakaan UNS, saya pernah melihat ‘Tabula Rasa’, pemenang ketiga sayembara novel DKJ 2003 karya Ratih Kumala.

Saya tidak ingin marathon 24 jam membaca. Itu hal gila. Saya masih belum segila itu. Jadi target saya adalah satu hari satu novel dengan satu review. Karena sudah jelas bahwa kali ini temanya adalah Marathon Novel DKJ, yang perlu saya pikirkan adalah alur membacanya. Antara dari yang tahun terbawah lalu ke atas, atau dari tahun teratas ke terbawah. Atau justru acak sama sekali.

Tapi setelah saya pikir-pikir jauh lebih baik dari teratas ke terbawah. Tidak ada alasannya. Dibalikpun sepertinya akan sama saja. Hanya ketika kau membaca dari teratas ke terbawah, itu seperti kau sedang menyelam. Dan kupikir kita menyelam memang untuk melihat keindahan dasar laut, namun pada akhirnya, kita kembali juga ke atas; ke permukaan.

Selama lima hari ke depan. Itu dimulai hari selasa, 25 April s/d sabtu, 29 April 2017.  Dan minggunya, saya bisa beristirahat, pergi ke toko buku mungkin, atau ke perpustakaan Ganesha. Dan karena UTS telah selesai pada minggu-minggu kemarin, minggu ini bisa aman membaca sampai puas. Dan kebetulan sekali kemarin tgl. 23 April adalah hari buku sedunia. Membuat marathon ini semakin terlihat filofis, bukan? Haha.

Dan ya, jika kalian punya banyak buku yang belum dibaca. Mungkin memarathonkan membaca bisa menjadi solusi. Silakan dicoba.

Dalam rangka hari buku sedunia, boi. Sedunia!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s